Judul : 24, Senarai Kisah dari Kampung Fiksi
Penulis : Deasy Maria, Endah Raharjo,(G) Gratcia Siahaya, Indah Widianto, Meliana Indie, Ria Tumimomor, Sari Novita,Winda Krisnadefa
Published : May 2011
Penerbit : Kampung Fiksi
ISBN : 9786029922
Saya suka membeli buku kumpulan cerita, tapi paling males bacanya. Soalnya cerita yang pendek-pendek gitu selalu bikin saya cepat bosan. Waktu BBI berencana posting review kumcer, saya langsung mendaftarkan diri. Lumayan juga sebagai cara untuk mengurangi tumpukan kumcer.
24 ini merupakan kumcer terbitan Kampung Fiksi, sebuah komunitas kepenulisan di dunia maya. Sesuai judulnya, 24 berisi 24 cerpen buah karya 8 penari kata. Bukunya dibagi menjadi 5 segmen : Pagi, Siang, Senja, Malam dan Tengah Malam.
Jujur aja, saya gak ngerti maksud dari pemisahan segmen ini, juga alasan masing-masing cerpen dimasukkan ke segmen tertentu. Mungkin dibagi berdasarkam kisah yang seringan pagi, seterang siang, selembut Senja, semisterius Malam dan semencekam Tengah Malam. Yah...mungkin saja begitu.
Yang pasti, kedelapan penulis mengedepankan sisi psikologi dari tiap ceritanya. Mengajak berpikir, menerka, berimajinasi, mengerutkan kening, menjelajah alam imajinasi, dan bahkan akan mengundang bulu kuduk berdiri.
Saya suka paradox di buku ini. Dari cerita seringan "Cupcake Cinta", kita diajak menelusuri kemisteriusan persahabatan di "Friends Forever". Lalu dari kisah khayal semacam "Bertualang Dalam Lamunan", kita dibawa mendalami realitas hidup gadis desa dalam "Sri Dan Merapi". Dan keengganan seorang gadis untuk menikah walau telah lama berpacaran dalam "Bagai Shabu Shabu" dan keengganan seorang istri untuk diceraikan dalam "Bibir".
Favorit saya adalah "Friends Forever" karya Ria Tumimomor, "Tujuh Korban Rambutku" karya Winda Krisnadefa, dan "Akhir Sebuah Perjalanan" karya Deasy Maria.
Sedikit sinopsis dari 3 kisah di atas :
- Friends Forever : "Aku sudah lama kesepian di rumah ini. Sampai Ronny pindah ke rumah seberang dan bersedia jadi teman mainku. Horee...sekarang kami bisa bermain bersama, naik ayunan dan tertawa bersama walaupun bibi di rumah sebelah selalu melotot pada kami. Tapi...bagaimana kalau orangtua Ronny mengajaknya pindah rumah lagi? Apa yang harus kulakukan? Aku tak mau sendiri."
_ Tujuh Korban Rambutku : "Rambutku memang keren. Aku sangat bangga karenanya. Kalau aku harus memilih kamu atau rambutku, aku pasti memilih rambutku. Bahkan pacarku pun kalah penting. Sekarang, dimana bisa kutemukan seorang pacar yang bisa mengerti aku dan rambutku?"
_ Akhir Sebuah Perjalanan : "Nasibku memang pilu. Dimulai di sebuah gedung besar, dikirimkan ke seorang bapak perlente. Aku sudah bahagia dengannya, namun setelah puas dia menikmatiku, dibiarkannya aku terlunta di jalan. Lalu kemana aku harus melabuhkan nasib? Ke salah satu orang yang ramai lalu lalang inikah? Namun mereka mengacuhkan aku. Atau ke gelandangan tua ini yang tampak sangat bersyukur mendapatkanku?"
Kekurangan buku ini pada typo serta font yang kecil, membuat mata saya cepat lelah kala membacanya >.< . Lalu covernya yang kurang bikin penasaran. Maklumlah, saya kan juga menilai buku dari covernya. (Iya... I'm that shallow).
But overall, 2,5 bintang untuk kumcer ini.
Showing posts with label 2 1/2 bintang. Show all posts
Showing posts with label 2 1/2 bintang. Show all posts
Wednesday, January 18, 2012
Thursday, January 15, 2009
Twilight
Twilight berfokus pada Bella Swan yang pindah dari Florida yang hangat ke kota Forks yang muram dan berkabut.
Di kota itu, Bella bertemu seorang cowok mempesona dengan kulit porselen, sepasang mata keeemasan, dan suara merdu serta aura misterius. Saking misteriusnya, Bella sampai penasaran pengen mengungkapkan rahasia Edward.
Dan ternyata rahasia Edward memang gak terduga. Edward adalah seorang vampir. Namun berbeda dengan vampir pada umumnya, Edward dan keluarganya adalah vampir vegetarian, yaitu mereka hanya meminum darah hewan dan bukan darah manusia (Yap...ini memang definisi vegetarian yang aneh).
Dan ada beberapa vampir yang memiliki kemampuan khusus seperti Edward yang bisa membaca pikiran, Alice (saudara Edward) yang bisa melihat masa depan dan Jasper (pasangan Alice) yang punya aura "menenangkan".
Seperti yang bisa diduga, Edward dan Bella pun jatuh cinta dan menjalin hubungan seru nan terlarang antara vampir dan manusia.
Cerita mencapai puncaknya saat Bella dijadikan target mangsa oleh seorang vampir pemburu bernama James. Tentu saja, seluruh keluarga Cullen bersatu padu melindungi Bella. Dan dimulailah pertarungan vampir yang seru.
Alur cerita di buku pertama ini agak lambat di awalnya. Terlalu berputar - putar di monolog Bella tentang rasa penasarannya ke Edward. Alur mulai menjadi agak cepat ketika Bella mengetahui rahasia Edward. Dan saya baru bisa hooked up, setelah kisah sampai di bagian pelarian diri Bella.
Gaya terjemahannya juga kurang menarik. Untunglah saya sudah membaca versi Inggrisnya terlebih dulu (dan sudah tahu bahwa buku ini sebenarnya menarik), sehingga saya bisa bertahan membaca versi terjemahannya sampai adegan serunya.
Kekecewaan kedua saya pada Twilight versi Indonesia adalah covernya. Apa sih sebenarnya makna cover itu?
Siapa sih cewek rambut pirang yang ada di cover itu? Bella-kah? Tapi kenapa rambutnya pirang? Bukankah rambut Bella semestinya dark brown?
Bandingkan dengan cover Twilight versi US. Di cover itu digambarkan sepasang tangan sedang menangkup sebuah apel. Apel itu menggambarkan buah terlarang yang merupakan simbol dari cinta terlarang Edward dan Bella. Sepasang tangan yang menangkup apel menunjukkan bahwa Bella menyadari pilihannya untuk mencintai Edward terlarang, namun toh dia bertahan di pilihan itu.
Sungguh arti cover yang menarik bukan?
Karena alasan - alasan di atas itu, saya memberi 2,5 bintang kepada Twilight versi terjemahan Indonesia, namun 3 bintang untuk Twilight versi US.
Quote of the book :
When life offers you a dream so far beyond any of your expectations, it’s not reasonable to grieve when it comes to an end.
-Bella Swan-
Sunday, September 14, 2008
Orange
Pengarang : Windy Ramadhina
Penerbit : Gagas Media
Tanggal Penerbitan : Juli 2008
Halaman : 296 hlm
First Intro:
Faye Muid, gadis lincah yang berjiwa bebas, berasal dari salah satu keluarga pengusaha tersukses di Indonesia. Namun sebagai putri tunggal, Faye lebih memilih berkarier di fotografi ketimbang meneruskan bisnis keluarganya.
Second Intro :
Diyan Adnan, the most eligible bachelor. Diyan memiliki hampir segalanya : wajah tampan, otak pandai, kejeniusan dalam berbisnis dan penerus utama salah satu keluarga pengusaha tersukses di negeri ini. Satu yang tidak dimiliki Diyan, namun sangat diinginkannya, adalah mantan tunangannya : Rera.
Third Intro :
Zaki Adnan, adik Diyan yang berjiwa bebas. Pilihannya untuk berkarier di bidang advertising mendapat tentangan keluarganya sehingga membuatnya meninggalkan rumah keluarganya dan hidup dengan kemampuan sendiri.
Last Intro :
Rera, model blasteran Indonesia-Eropa. Setahun yang lalu, dia memutuskan pertunangannya dengan Diyan demi karier modellingnya. Walau ternyata pilihan yang diambilnya itu tidak mampu mematikan perasaannya terhadap Diyan.
Pertunangan Diyan dan Faye terjadi tanpa cinta. Faye menerima karena ingin membahagiakan orang tuanya. Diyan menerima karena alasan bisnis walau pun cintanya masih untuk Rera.
Konflik terjadi ketika Rera kembali dalam kehidupan Diyan hingga membuat pria itu goyah. Bahkan Diyan meninggalkan Faye di tengah acara pertunangan hanya karena sebuah telepon dari Rera.
Keadaan semakin rumit ketika Zaki mengungkapkan perasaannya kepada Faye disusul oleh beredarnya foto mesra Diyan dan Rera oleh media massa.
Di tengah kerumitan itu, Faye tetap seperti biasa. Dalam diam, dibiarkannya Diyan memilih. Karena suatu saat, pria itu memang harus memilih salah satu dan melupakan yang satu. Dan pertunangan yang mestinya artifisial itu pun jadi melibatkan perasaan, ambisi dan dan ego.
Novel ini menceritakan tentang sulitnya seseorang melupakan masa lalu. Padahal waktu terus berjalan dan orang baru telah datang untuk mengisi kembali hidupnya. Sayangnya, terkadang kita tidak menyadari apa yang sesungguhnya kita inginkan sebelum benar-benar kehilangan.
Tau faktor apa yang membuat saya awalnya tertarik pada buku ini?
Bukaaaannn....
Bukan covernya apalagi sinopsisnya (kalo ini mah biasanya terakhir dilihat
Yang membuat saya tertarik pada awalnya adalah tagline yang ada di bawah judul. Dan tagline itu adalah : Bagian tersulit saat mencintaimu adalah melihatmu mencintai orang lain.
Rasanya kalimat itu nancap banget di hati.
Mungkin karena ditunjang oleh suasana hati yang pas, jadi kalimat yang sebenarnya sederhana (dan benar) itu pun terasa cocok.
Well...di luar tagline itu, sebenarnya ceritanya umum. Cerita cinta segi tiga yang sudah umum terjadi. Tentang "girl-next-door" seperti Faye yang harus berhadapan dengan "beautifull-girl" seperti Rera dalam memperebutkan cinta "prince-charming" seperti Diyan.
Tentang orang - orang yang akhirnya menyadari apa yang sesungguhnya diinginkan setelah kehilangan. Ah ya...sudah umum memang.
Tapi...seperti kata orang bijak (yang mana saya lupa siapa
So...di luar polanya yang umum, I love this story. Saya suka dengan cara si penulis merangkai kalimat. Pemilihan kata-kata dan alurnya pas sehingga membuat cerita ini touching (klo bahasa gaulnya : ngena di hati
I love Faye too.
Faye bukan tipikal cewek manja yang hidup mengandalkan uang keluarganya. Sewaktu melihat Diyan dan Rera bersama, Faye menghadapinya dengan dewasa dan berkepala dingin. That's my kind of girl. Tough and mature.
So...wait no more.
Go to the nearest bookstore and take home this book with you cauze I could garantee this book is worth reading
SPOILER ALERT :
Klo ada kekurangannya, bagi saya itu adalah ceritanya yang singkat.
Quote of the books :
"Bagian tersulit saat mencintaimu adalah melihatmu mencintai orang lain"
Saturday, March 22, 2008
Magyk
Judul: Septimus Heap- Magyk (Book 1)
Pengarang: Angie Sage
Genre: Children, fantasy
Bahasa: Indonesia (original: Inggris)
SINOPSIS
Septimus dinyatakan mati di malam kelahirannya. Di hari yang sama, ayahnya, Silas Heap menemukan bayi perempuan bermata violet. Dalam perjalanannya, Silas bertemu Marcia Overstrand sang Penyihir Luar Biasa. Dia berpesan “Jangan katakan pada siapapun kalau kau menemukannya. Bayi itu dilahirkan sebagai anakmu. Mengerti?”
Sepuluh tahun kemudian, keadaan di dunia yang penuh keajaiban itu mengalami kekacauan. Keluarga Heap beserta Marcia Overstrand dan penyihir lainnya harus berhadapan dengan penyihir Gelap yang dipimpin oleh DomDaniel.
***
PENGHARGAAN:
Salford Children’s Book Award (SCBA) winner 2006
Parent Choice Gold Winner 2006
COMMENT
Gua sih gak ngerti kenapa orang - orang suka membandingkan buku ini dengan Harry Potter (bahkan comment di cover belakang novelnya juga bilang begitu) sementara menurut gua, novel ini bagus dengan caranya sendiri.
Well...menurut gua kalo dibandingin sama Hary Potter sih, kayaknya buku ini susah deh menyamai sukses Harry Potter (at least di Indonesia). Gua rasa salah satu kelebihan Harry Potter adalah settingnya yang masih di Inggris juga, di suatu tempat yang terasa dekat dengan kita, yang masih membahas orang - orang biasa non sihir (aka muggle). Hal ini bikin anak - anak banyak yang berkhayal seandainya mereka bisa kayak Harry ato Hermione, tiba - tiba menemukan kenyataan bahwa mereka punya bakat sihir dan ada dunia penyihir di sekeliling mereka. Makanya Harry Potter terasa begitu real.
Sementara Magyk dari awal sudah bercerita tentang dunia tersendiri. Suatu dunia yang isinya para penyihir, boggart, makhluk2 lain, dan juga orang biasa. Dunia yang rasanya keberadaan dunia kita gak pernah exist. Suatu dunia yang cuma ada dalam fantasi dan jadi kerasa jauh.
Point kedua , cerita Harry Potter tuh gak gampang ditebak, bahkan untuk orang dewasa sekalipun (ada yang bisa nebak klo Profesor Quirrel ternyata membawa Voldemort di belakang kepalanya), sementara alur cerita Magyk bisa langsung ketebak di bab-bab awal. Bahkan siapa Septimus Heap sebenarnya pun udah bisa ketebak.
Tapi di luar itu, ceritanya menarik. Gaya bahasanya ringan dan mengalir, jadi walaupun tebal, buku ini bisa habis dibaca dalam waktu singkat.
Adanya makhluk2 baru juga bikin cerita jadi menarik. Menurut gua, buku ini worth to wait kok untuk ditunggu lanjutannya (Oke deh ngaku. Sebenarnya gua paling suka dengan covernya
Subscribe to:
Posts (Atom)